-Liputan Utama-
forse questo è ciò che oggi è parlato da parte nostra terra. Terra in cui viviamo oggi, meno verde. you know? Il nostro mondo è ora sento molto molto caldo, o che abbiamo usato per chiamare il riscaldamento globale. Questo accade perché il clima sta ora sperimentando cambiamenti significativi. Gli scienziati prevedono che, durante il riscaldamento globale, la parte settentrionale dell'emisfero boreale (emisfero boreale) si riscalda di più rispetto ad altre regioni della Terra. Come risultato, gli iceberg si sciolgono e la terra si ridurrà. Ghiaccio sarà meno galleggia sugli oceani del Nord. Aree che in precedenza sperimentato neve leggera, non può essere ancora lì. In montagna nelle zone subtropicali, le parti coperte di neve saranno di meno e si sciolgono più rapidamente. Stagioni di crescita sarà più lunga in alcuni settori. Temperature in inverno e di notte si tende ad aumentare.
Regioni più calde diventerà più umido, come l'acqua evapora più dagli oceani. Gli scienziati non sono sicuri che l'umidità sia effettivamente destinato ad aumentare o diminuire il riscaldamento ulteriore. Questo avviene perché il vapore acqueo è un gas ad effetto serra, in modo che la sua presenza aumenterà l'effetto di isolamento in atmosfera. Tuttavia, il vapore più acqua svilupperà anche nubi molto di più, che riflettono la luce solare verso lo spazio, dove sarà di ridurre il processo di riscaldamento. Alto tasso di umidità aumenta le precipitazioni, in media, circa l'1 per cento per ogni grado Fahrenheit di riscaldamento. (Piogge nel mondo è aumentato di 1 per cento negli ultimi cento anni). La tempesta diventeranno sempre più frequenti. Inoltre, l'acqua evapora più veloce della terra. Alcune regioni saranno più secche di prima. Vento soffierà più forte e forse con un diverso modello. Hurricane (uragano) che il potere di ottenere dalla evaporazione dell'acqua, diventerà più grande. Contrariamente a quanto sta accadendo il riscaldamento, alcuni periodi molto freddi probabilmente accadrà. Modelli climatici sempre più imprevedibili ed estremi.
Allora, come possiamo fermarlo? Un modo è quello di ridurre i livelli di carbonio nell'aria. Il modo più semplice per eliminare l'anidride carbonica nell'aria è di mantenere gli alberi e le piante più alberi. Alberi, in particolare i giovani e in rapida crescita, assorbono anidride carbonica molto, rompendo attraverso la fotosintesi e di immagazzinare il carbonio nel bosco. In tutto il mondo, il livello di invasione ha raggiunto un livello allarmante. In molte aree, le piante che crescono un po 'indietro, perché il suolo perde la sua fertilità quando si modifica per altri usi, come ad esempio per l'agricoltura e lo sviluppo degli alloggi. I passaggi per superare questa è di rimboschimento che svolgono un ruolo nel ridurre l'aumento dei gas ad effetto serra.
Anidride carbonica può anche essere eliminati direttamente. Modalità di iniezione (iniezione), il gas nei pozzi di petrolio per incoraggiare l'olio in superficie (Enhanced Oil Recovery). Iniezioni può essere fatto anche per isolare il gas sotto terra come in pozzi di petrolio, carbone o strato acquifero. Ciò è stato fatto in uno degli impianti di trivellazione al largo delle coste della Norvegia, in cui l'anidride carbonica è riportato in superficie con il gas naturale è stato catturato e immessi di nuovo nella falda acquifera, che non possono essere restituiti alla superficie.
In un contributo fonte di biossido di carbonio è la combustione di combustibili fossili. L'uso di combustibili fossili ha cominciato ad aumentare rapidamente a partire dalla rivoluzione industriale nel 18 ° secolo. A quel tempo, il carbone è diventata la fonte principale di energia per poi sostituito da petrolio a metà del 19 ° secolo. Nel 20 ° secolo, ha iniziato l'energia gas regolare viene usata nel mondo come una fonte di energia. Tendenza al cambiamento dell'uso dei combustibili fossili è in realtà indirettamente ridotto la quantità di anidride carbonica nell'aria, perché rilascia anidride carbonica inferiori a quelle del petrolio molto meno rispetto al carbone. Tuttavia, l'uso delle energie rinnovabili e più l'energia nucleare per ridurre l'emissione di anidride carbonica nell'aria. L'energia nucleare, anche se controverso a causa di motivi di sicurezza e rifiuti pericolosi, nemmeno l'anidride carbonica liberata a tutti.
Allora, che cosa dobbiamo fare per ridurre l'impatto del riscaldamento globale è la nostra terra ancora verde.
“Hijaukan ku kembali” mungkin itulah yang sekarang diucapkan oleh bumi kita. Bumi tempat kita tinggal kini, berkurang kehijauannya. Tahukah kamu? Bumi kita ini kini merasakan panas yang sangat amat atau kita biasa menyebutnya dengan pemansan global. Hal tersebut terjadi karena kini iklim mengalami perubahan yang signifikan. Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
Lalu, bagaimana cara kita menghentikan hal itu? Salah satu caranya adalah mengurangi kadar karbon di udara. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.
Jadi, hal yang harus kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming adalah kembali menghijaukan bumi kita.





0 komentar:
Posting Komentar