
Dua bulan pertama tahun 2010 dilewati dengan cuaca yang amat ekstrim. Pagi hari, matahari bersinar amat cerah, siangnya panas minta ampunt, tapi menjelang sore… Anginnya kenceng banget dan kemudian disusul hujan petir nggak berkesudahan. Itu yang kita rasakan. Satelit Terra punya NASA menangkap gambar Kepulauan Inggris Raya berubah bagaikan kue berlumur gula halus. Yep! Semua putih!!! Kenapa itu?
Ternyata, gula putih yang menyelimuti Negaranya Harry Potter itu adalah salju! Whoa! Akibat salju, kereta api Eurotunnel dari Inggris ke Perancis yang melalui terowongan bawah laut Channel, sampai macet karena ada salju masuk ke mesinnya. Sedangkan di Jerman, suhu terendah mencapai 330 di bawah nol. Banyak korban jiwanya, begitu juga di Belgia dan Rusia. Bahkan laut di Pelabuhan Beijing sampai membeku. Di Negeri Paman Sam, lapisan salju tertebal adalah 191 cm. That’s terrible…
Perlu kalian ketahui, cuaca ekstrem pada Januari hingga Februari lalu merupakan dampak dari tenangnya aktivitas matahari. Satelit SOHOnya NASA mencatat permukaan matahari yang bersih dan bebas dari bintik matahari selama lebih dari 772 hari pada 2004, padahal normalnya hanya 485 hari. Tenangnya sang Surya menyebabkan intensitas cahaya ke Bumi sedikit lebih rendah, dan suhu bumi juga ikut turun dan diperkirakan akan berlangsung hingga 2030. Dampaknya? Jadilah Global Cooling. Presiden Barrack Obama malah menyebutnya Snowmageddon.
Dengan dinginnya Bumi, bukan berarti kita bisa mengibarkan bendera kemenangan melawan global warming. Para peneliti bilang, setelah periode tenang seperti ini, pasti ada periode bergejolak, bahkan akan merasakan efek berganda setelah masa pendinginan berakhir. Jadi jangan senang dulu dan jangan beranggapan bahwa pendinginan ini merupakan obat dari pemanasan. Jika global cooling terus berlanjut dan semakin parah, kita akan mengalami zaman es kecil, seperti yang pernah terjadi pada 1645 sampai 1715, yang menyebabkan kekurangan pangan.
Indonesia sebagai negara maritime telah diperingatkan untuk terus menurunkan emisigas rumah kaca, karena Indonesia, yang terletak di persilangan dua samudera, sangat dipengaruhi oleh cuaca. Tetap jaga Bumi kita ini ya, karena tangan kitalah Bumi rusak, dan dengan tangan kita juga, Bumi bisa sembuh.
Sumber gambar :






0 komentar:
Posting Komentar